Senin, 20 Februari 2012

Diam-diam...

Diposting oleh Intang Kartika di 04.58
Pada akhirnya, aku melihatmu berdiri disana. Diam memegangi kekhawatiranmu sendiri, diam-diam memendam bahagiamu sendiri, diam menyimpan bayangan mempelai wanita itu disudut matamu—dan kau benar-benar diam dengan tidak mempedulikanku disini. Apa yang bisa aku rasakan sekarang—memandang kebahagiaanmu dan bersyukur—atau merasakan sakit dan mengutuk? Aku juga tidak tau.
Bisakah kau beritahu?

R—dalam matamu, dulu aku pernah menemukan harapan. Ketika kau berjalan dengan senyum terkembang untuk pertama kali padaku, aku diam-diam berbisik—kau seperti cahaya matahari yang akan menuntunku pada malam dan kau seperti cahaya bulan yang akan menyeretku pada pagi.
Tapi, aku salah.
Kau berfikir jika aku bukan siapa-siapa.
Sementara aku berfikir kau segalanya.
Aku salah—ya, aku memang salah.
Aku terlalu naif saat itu, terlalu lugu untuk menjadi barang berharga milikmu.

Dan dalam senja yang akan segera direngkuh malam, masih ada satu hal yang aku percayai—bahwa aku ternyata masih sangat mencintaimu.

Semoga bahagia.


Subang, 20 Februari 2012

0 komentar:

Posting Komentar

 

Intang Kartika Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei