Kita bersama selama tujuh tahun.
Tak ada yang tahu bahwa kita akan mengucapkan selamat tinggal dengan mudah.
Namun, kita tetap berpisah.
Dengan kenangan yang telah kita bangun dalam waktu yang tak singkat, sekarang hilang.
Bagaimanapun kita masih muda.
Bagaimana kita saling bertemu, Aku bahkan tidak ingat sedikit pun.
Sulit bagi kita untuk mengatasi perubahan ini.
Mereka mengatakan bahwa mengucapkan selamat tinggal itu merupakan hal yang menyakitkan.
Tapi aku bahkan tidak punya waktu untuk merasakan itu.
Aku hanya merasa aku telah sendiri.
Tapi aku menangis.
Waktu berlalu dan itu memberikanku kerinduan yang mendalam.
Berbeda dari apa yang aku pikir dan lihat.
Pertama sebagai teman kemudian kekasih.
Kita berkata bahwa kita akan tetap berteman bahkan jika kita terpisah.
Selama 3 tahun merasakan rasa kesepian.
kadang-kadang saling menghubungi satu sama lain.
Bahkan jika aku bertemu orang lain lagi,
Bahkan ketika aku mencintai lagi,
Setiap kali aku sedih aku akan memanggil mu tanpa kata, hanya air mata jatuh.
Kau telah menemukan seseorang yang baik.
Aku menduga dalam hatiku tanpa mengatakannya.
Aku bertanya apakah kau masih menyukai ku? Tanpa berfikir apapun, aku berharap kau akan mengatakan itu kembali.
Aku tahu
Kita memiliki cinta yang paling murni.
Kembali kepada kenangan kita yang takkan pernah aku hapus dari kenangan dan ingatanku.
Sering aku merasakan kau bersifat dingin padaku.
Tapi sekarang aku tahu kau tidak bisa meminta apa-apa.
"Aku akan menikah" itulah yang kau katakana padaku.
Setelah itu untuk waktu yang lama aku terdiam.
Lalu aku menangis,mendengar kata-kata terakhir mu kepada ku.
Satu-satunya kata yang ingin aku dengar adalah bahwa kau mencintaiku.
Kamis, 02 Februari 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar