Sabtu, 02 Juni 2012

미안 해요, Soo Jung-aa.

Diposting oleh Intang Kartika di 13.18
Yunho mengerang, dia melempar ponselnya kelantai dan beranjak mencari botol kecil berisi obat penenang yang akhir-akhir ini sering dia konsumsi. Yunho meneguk dua butir sekaligus, dia masih terduduk di wastafel hingga perasaannya berangsur-angsur membaik. Pria itu kini menatap wajahnya sendiri dicermin, dia langsung menunduk ketika mendapati air mata mulai mengalir perlahan—sungguh, ini adalah cobaan tersulit dalam hidupnya.
Yunho mengaku bahwa dia telah melakukan kesalahan besar. Disuatu waktu dalam hidupnya dia pernah dicintai oleh seorang wanita sederhana bernama Park Soo Jung, wanita anggun dengan segudang kesabaran. Namun, Tuhan seperti marah pada Yunho sekarang. setelah pria itu membiarkan Park Soo Jung pergi begitu saja, kini dia begitu membutuhkan gadisnya. Paling tidak, Yunho sekarang merasa menjadi pecundang besar.
Yunho merebahkan badannya disofa, rasa lelah kini menjalari seluruh tubuhnya. Dia memejamkan mata, mungkin ini saatnya untuk pria itu beristirahat sebelum dia mulai mencari lagi keberadaan gadis itu.
***
Park Soo Jung memincingkan matanya, sinar matahari sudah masuk melalui gordennya yang tipis. Dia menggeliat dan beranjak mencuci muka. Tidak butuh waktu lama untuk Soo Jung menikmati paginya, secangkir kopi kini sudah menyalurkan kafein ke peredaran darahnya, suara penyanyi kesayangannya pun sudah mengalun merdu ditelinga gadis itu, namun tetap saja ada yang kurang—sesuatu didalam hidupnya memang sudah lama hilang.
Banyak yang mengatakan bahwa hidup memang terkadang dipersulit oleh hal-hal kecil yang sebetulnya mudah, itu terjadi pada Soo Jung. Jika saja dia mau berbaik hati memaafkan sikap acuh Yunho dan bertahan disisinya, mungkin dia bisa merasa lebih sempurna lagi sekarang. yunho, ya pria itu menjadi segalanya dihidup Soo Jung selama beberapa tahun terakhir. Dari pertemuan pertama hingga detik ini Soo Jung masih merasakan getaran yang sama saat mengingat Yunho, dia benar-benar mencintai pria itu.
Lalu, kenapa wanita ini lari dari pria terkasihnya?
Alasannya sederhana, malam itu pada akhir musim dingin Yunho menyuruhnya menunggu disebuah restoran mewah disekitar gangnam. Wanita itu sudah begitu yakin jika Yunho akan melamarnya, dia menunggu dengan perasaan cemas namun Yunho tidak pernah datang.

Soo Jung meletakan cangkir berisi kopi itu dimeja, dia meraih ponselnya yang berkedip lalu mengangkat panggilan masuk diponselnya riang. “Kim Hee Jun?”
“Wanita bodoh, kemana saja kau?” Orang bernama Hee Jun itu berteriak dari sana, membuat Soo Jung harus menjauhkan ponselnya beberapa detik dari telinganya.
“Hey hey, tunggu sebentar. Kau sudah lama tidak bicara denganku, jadi jangan mulai percakapan ini dengan marah-marah.” Gadis itu terkekeh.
“Aku tidak bisa untuk tidak marah pada gadis nakal sepertimu. Kau apakan artisku hingga dia terlihat kacau akhir-akhir ini?” Hee Jun mendengus kesal.
Soo Jung bergeming, dia lalu membuang nafasnya “Apa Yunho baik-baik saja?”
“Mana mungkin dia baik-baik saja! Dia menjadi sangat menyebalkan setahun belakangan ini, pulanglah atau angkat teleponnya.”
“Aku tidak bisa, Hee Jun.”
“Mau sampai kapan kau bersikap dingin padanya? Percayalah, malam itu Yunho tidak bisa datang karena ada pekerjaan mendadak.” Hee Jun kini mulai kesal bicara dengan gadis itu.
“Sudahlah, aku tidak mau membicarakan hal ini sekarang.” Soo Jung menutup ponselnya kesal—entah kenapa, sekalipun hati gadis itu membutuhkan Yunho, namun dia masih belum bisa memaafkan sikap Yunho yang seenaknya.
***
“Aish, aku bisa gila.” Pekik seorang pria dengan style girly itu. pria itu menutup ponselnya dan berjalan menuju sofa, dia memincingkan mata Yunho lalu mendengus kesal. Hari ini ada beberapa jadwal pemotretan, namun artis asuhannya itu malah sibuk menghukum dirinya sendiri—lihat saja kantung mata yang sudah begitu besar diwajahnya, haruskan dia menutupi semua itu dengan make up tebal setiap hari? Hee Jun terduduk disofa, bagaimanapun juga dia harus melakukan sesuatu, jika tidak mungkin pria ini akan mati siang nanti.
Hee Jun melangkah dengan secangkir air dingin, dikucurkannya air itu perlahan hingga membuat pria bernama Yunho itu terperanjat. “Ya! Apa yang kau lakukan padaku.”
Hee Jun mendelik kesal, “Bangunlah, aku akan membuat pengakuan padamu.”

Yunho merasa jengah, Hee Jun membawanya kepantai dengan Ferrari canggih miliknya. “Sebenarnya kau mau membawaku kemana, hah?” Pekik Yunho.
“Aku akan membawamu ke sumber energimu.” Dia terdiam beberapa saat. “Harusnya aku sudah mengatakan hal ini dari dulu.”
“Apa?”
“Aku tau keberadaan Soo Jung, aku yang membantunya mengasingkan diri darimu.”
Yunho menatap wajah managernya itu geram, rasanya ingin sekali dia memukul pria itu tepat diwajahnya.
“Wow wow, tenang dulu, man.” Seperti dapat membaca fikiran Yunho, Hee Jun cepat cepat menjelaskan semuanya. “Wanita mu melarangku mengatakan apapun, ayolah Yunho maafkan aku.” Dia terkekeh saat mobilnya memasuki sebuah rumah dengan banyak bunga bermekaran. “Masuklah, aku yakin dia ada didalam.
Yunho terlihat ragu sejenak, namun itu tidak berlangsung lama ketika dia menekan bel pintu itu dan mendengar suara yang begitu dia rindukan berkata lembut padanya. “Hee Jun kah?” Seketika pintu terbuka, wanita itu terkejut melihat kedatangan Yunho dirumah kecilnya.
“Bagaimana bisa aku mencintai wanita sepertimu?” Bisik Yunho, dia menahan dirinya untuk tidak sesegera memeluk Soo Jung. Hatinya kesal, namun dia tidak bisa merasa kesal ketika menatap wajah itu.
“Kenapa kau bisa sampai disini?”
“Harusnya kau meminta maaf padaku, kan? Kenapa tidakkau lakukan?” Ucap Yunho dingin. Soo Jung bergeming, wanita itu tidak bisa mencerna kata-kata Yunho dengan baik. Dia menunduk dan mulai menangis.
Yunho memandang gadisnya, rasa perih itu menjalari tubuhnya. Dengan perlahan Yunho mendekap tubuh Soo Jung, membiarkan gadis itu menangis dan membiarkan rindunya menguap sedikit demi sedikit. “Maafkan aku.” Bisik Yunho. Gadis itu mengangguk, dia mulai membalas pelukan Yunho.
“Ingatkan aku jika aku lupa untuk mengatakannya” Yunho terdiam sejenak, dia terlihat menelan udara kedalam paru-parunya dan membuangnya kembali. “Kau perlu tau, aku tidak dapat menghilangkan senyum indahmu begitu saja. Kau meninggalkan jejak-jejak disini, membuatku mengikutinya lagi dan lagi untuk kembali padamu—pernahkah kau merasa begitu baik ketika memandang wajah seseorang? Aku kini sedang merasakannya, ketika memandangmu aku tau bahwa aku mencintaimu. Ingat itu dan maukah kau kembali padaku?”
Soo jung tersenyum, dia melepas pelukan erat mereka dan menatap wajah pria yang selama ini dikaguminya. “Tentu saja.” Bisik Soo Jung mantap.


 Subang, 3 Juni 2012.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Intang Kartika Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei